Dihina, Ini Respons Pelatih Khusus Lemparan ke Dalam Liverpool

Dihina, Ini Respons Pelatih Khusus Lemparan ke Dalam Liverpool

Dihina, Ini Respons Pelatih Khusus Lemparan ke Dalam Liverpool

Dihina, Ini Respons Pelatih Khusus Lemparan ke Dalam Liverpool

Berita Bola, Pelatih khusus lemparan ke dalam Liverpool, Thomas Gronnemark dicela oleh mantan pemain Everton, Andy Gray. Menurut Gray, tak ada yang spesial dari lemparan ke dalam, setiap pesepak bola pasti bisa melakukannya.

Menukil tribalfootball, beberapa waktu lalu Gray melontarkan lawakan terkait pelatih khusus lemparan ke dalam: “Mungkin kita akan melihat Andy Robertson melakukan headstand dan melakukan lemparan ke dalam.”

“Ini pelajarannya: ambil bola itu, tarik ke belakang kepala anda, lemparkan ke rekan setim dan tahan kedua kaki anda menyentuh tanah,” sambungnya.

“Saya punya satu hal baru, saya ingin jadi pelatih kick-off pertama.”

Lawakan Gray itu sepintas tampak kelewatan, tetapi Gronnemark tetap tenang. Baca pengakuannya di bawah ini:

Gronnemark menanggapi lawakan Gray tersebut dengan sikap dewasa. Dia tak mau beredebat, Gray bebas beropini. Dia hanya membeberkan fakta pentingnya lemparan ke dalam di suatu laga.

“Saya tak ada masalah dengan itu (komentar Gray), karena setiap orang berhak beropini dan perdebatan selalu bagus, tetapi mungkin dia bisa sedikit mencari tahu,” kata Gronnemark.

Baca Juga : Kewell: Trio Striker Liverpool Terlalu Menakutkan

“Rata-rata ada 40 sampai 50 lemparan ke dalam setiap pertandingan. Faktanya, ketika Liverpool bermain melawan Brighton Sabtu lalu, mereka memiliki 54 lemparan ke dalam”

“Itu sekitar 12 menit per laga yang dihabiskan untuk lemparan ke dalam dan situasi yang muncul darinya,” imbuh Gronnemark.

Lebih lanjut, Gronnemark menilai lemparan ke dalam juga dapat dibagi dua, lemparan ke dalam yang baik dan yang buruk. Tak banyak orang yang menyadari hal ini, lemparan ke dalam sebenarnya krusial.

“Ketika rekan setim mereka (Liverpool) ditempel ketat, mereka kehilangan bola dari lemparan ke delam lebih dari separuh kesempatan.”

“Apakah anda menyadari bahwa komentator tak pernah menyinggung lemparan ke dalam yang buruk di pertandingan? Saya pikir karena itu sangat banyak dan ekspektasi mereka sangat rendah. Mereka sudah terbiasa jadi tak mengamatinya,” tutup dia